Kota Kupang, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar Rapat Kerja Gubernur bersama Bupati dan Wali Kota se-NTT pada Jumat, 12 November 2025, di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kupang.
Raker bertema “Membangun NTT Lebih Maju Melalui Kolaborasi Inovatif” ini dibuka langsung oleh Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena dan dihadiri jajaran pimpinan daerah, instansi vertikal, BUMN, dan BUMD.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menekankan pentingnya efisiensi anggaran di tengah kebijakan nasional yang menuntut pengelolaan keuangan lebih ketat.
Ia menegaskan bahwa anggaran daerah harus diarahkan pada belanja yang efisien, tepat sasaran, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Pengelolaan anggaran harus tepat biaya, tepat sasaran, dan tepat guna. Inovasi tata kelola keuangan menjadi keharusan dalam kondisi saat ini,” tegas Gubernur Melki.
Gubernur Melki juga mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui intensifikasi dan ekstensifikasi, termasuk evaluasi tarif pajak dan retribusi tanpa menambah beban masyarakat.
Selain ekonomi, ia menyoroti risiko perubahan iklim ekstrem yang berdampak pada ketahanan wilayah NTT, sehingga mitigasi bencana dan peningkatan sistem peringatan dini perlu diperkuat.
Di sektor kesehatan, Gubernur Melki menyerukan pemerataan layanan, peningkatan fasilitas, serta penyediaan tenaga kesehatan yang lebih merata di semua kabupaten/kota.
Sementara itu, Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah yang nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kolaborasi tidak boleh berhenti pada tataran komitmen. Program yang disusun harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Bupati Kanis Tuaq usai pembukaan Raker.
Ia menegaskan kesiapan Lembata berpartisipasi dalam berbagai agenda prioritas, termasuk penanganan stunting, ketahanan pangan, Program Makan Bergizi Gratis, hingga Koperasi Merah Putih.
Bupati Kanis juga mengapresiasi penghargaan nasional yang diterima Lembata dari Kementerian Kesehatan RI atas capaian penurunan stunting di tahun 2024, yang berada pada angka 7,9 persen, jauh di bawah rata-rata provinsi 15,20 persen.
Dalam Raker tersebut, Pemprov NTT memberikan penghargaan kepada sepuluh kabupaten berprestasi dalam penurunan stunting tahun 2024: Flores Timur, Manggarai Timur, Rote Ndao, Belu, Nagekeo, Ngada, Ende, Timor Tengah Utara, Sabu Raijua, dan Sumba Timur.
Raker kemudian ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi dan seluruh kepala daerah.
Komitmen tersebut mencakup 11 agenda strategis, mulai dari pengentasan kemiskinan, dukungan pada program prioritas nasional, perlindungan pekerja informal, penanganan stunting, pembangunan rumah layak huni, hingga implementasi One Village One Product (OVOP) untuk meningkatkan PAD tahun 2026.
Dengan agenda besar tersebut, Pemerintah Provinsi NTT dan seluruh kabupaten/kota diharapkan dapat memperkuat sinergi pembangunan demi mendorong kemajuan NTT yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (KL)


.png)