Garut, Proyek revitalisasi SDN 3 Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, kini menjadi pembicaraan hangat setelah muncul dugaan penggunaan pasir laut dalam pekerjaan rehabilitasi.
Material ini diketahui tidak cocok untuk konstruksi karena kandungan garamnya dapat merusak bangunan dan mempercepat korosi jika tidak melalui proses pengolahan yang tepat.
SDN 3 Sancang pada Tahun Anggaran 2025 menerima kucuran dana revitalisasi sebesar Rp 743.756.000 dari APBN untuk tiga pekerjaan: rehabilitasi toilet, ruang administrasi, dan enam ruang kelas.
Program ini berada di bawah Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah, Ditjen PAUD Dasmen.
Meski anggaran terbilang besar, pelaksanaan di lapangan justru memunculkan banyak pertanyaan. Pihak komite sekolah yang juga bagian dari P2S mengaku tidak dilibatkan dalam proses pengadaan material.
Mereka hanya diberi peran untuk melaporkan bila ada kekurangan bahan, namun tidak mengetahui bagaimana pembelian dilakukan atau kualitas material yang masuk.
Kondisi ini membuat masyarakat ikut bertanya-tanya mengenai transparansi proyek yang seharusnya melibatkan unsur sekolah sebagai bentuk pengawasan langsung.
Ketua DPW PWMOI Jawa Barat, R. Satria Santika (Bro Tommy), turut memberikan komentar keras terkait isu tersebut.
Ia menilai bahwa penggunaan material yang tidak sesuai standar dan tidak dilibatkannya komite dapat menjadi indikasi awal adanya ketidakteraturan dalam proyek.
“Anggaran tujuh ratus jutaan itu bukan angka kecil. Bila ada dugaan penggunaan material yang tidak layak dan komite tidak tahu-menahu soal pengadaan, ini harus diperiksa. Dinas Pendidikan Garut dan aparat terkait wajib turun lapangan,” ujarnya, Senin (24/11/25).
Sementara itu, Kepala SDN 3 Sancang selaku penanggung jawab kegiatan, Bunyamin, S.Pd., SD, belum memberikan penjelasan lengkap saat dimintai tanggapan.
“Lagi sibuk di MBG, sama Pak Camat dan Kapolsek,” katanya singkat melalui sambungan telepon.
Hingga berita ini dirilis, belum ada klarifikasi resmi dari pihak sekolah maupun dinas terkait. Warga berharap proyek ini diawasi lebih ketat agar tidak terjadi penyimpangan, dan pembangunan benar-benar menghasilkan fasilitas yang aman serta bermanfaat bagi peserta didik di SDN 3 Sancang.
(Red)


.png)