Lewoleba, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang telah kembali ke tanah air.
Melalui pelatihan pengelolaan lahan kering, para purnamigran diharapkan mampu mengubah keterbatasan lahan menjadi peluang ekonomi baru bagi keluarga.
Kegiatan pelatihan yang berlangsung pada Rabu (3/12) tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Quintus Irenius Suciadi, mewakili Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, bertempat di Aula Anton Enga Tifaona.
Hadir sebagai narasumber, Prof. Dr. Bernadeta Barek Koten, bersama para purnamigran dari berbagai wilayah di Lembata.
Kehadiran mereka menandai keseriusan pemerintah dalam mempersiapkan para pahlawan devisa agar mampu bertransformasi menjadi penggerak ekonomi lokal.
Dalam sambutan yang dibacakan Asisten I, Bupati menegaskan bahwa perlindungan terhadap pekerja migran tidak hanya dilakukan sebelum dan selama mereka bekerja di luar negeri, tetapi juga setelah kembali ke kampung halaman.
Pemerintah daerah, tegasnya, berkewajiban memberikan pembinaan dan pemberdayaan yang berkelanjutan agar para purnamigran dapat mandiri, produktif, dan memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pelatihan ini merupakan bentuk nyata perlindungan pemerintah bagi para pekerja purnamigran,” ujar Bupati.
Ia juga menekankan bahwa pengelolaan lahan kering membutuhkan ketekunan, kreativitas, serta komitmen untuk terus belajar.
Pemerintah Kabupaten Lembata, lanjutnya, memastikan dukungan terhadap berbagai inisiatif produktif masyarakat, sejalan dengan program pembangunan daerah, termasuk program prioritas unggulan Nelayan, Tani, Ternak (NTT) yang menjadi fokus utama Pemkab Lembata saat ini.
Dengan adanya pelatihan ini, pemerintah berharap para purnamigran dapat memanfaatkan lahan kering secara optimal, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat ekonomi lokal. (KL)


.png)