PAPUABidikntt, Dua tenaga kesehatan berisnial YL dan YEB menjadi korban penyerangan oleh orang tidak dikenal (OTK) di Tambrauw, Papua Barat Daya. YL merupakan warga Sulawesi Selatan (Sulsel), sementara YEB merupakan warga Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Kami sangat berduka sekaligus membantah klaim kelompok pelaku yang menyebut korban sebagai aparat. Kami sebagai keluarga sangat berduka dan prihatin atas peristiwa ini," kata paman YL, Markus Sampebade, kepada wartawan, Selasa (17/3/2026).
Markus mengatakan beredar informasi yang mengatakan korban merupakan aparat keamanan merupakan informasi sesat. Korban YL merupakan tenaga medis.
" Anak kami YL dan korban yang satunya, YEB merupakan teman satu kantor di puskesmas di Tambrauw. Mereka tenaga medis," tegasnya.
Ia juga mendesak pemerintah dan aparat keamanan meningkatkan perlindungan bagi warga sipil di Kabupaten Tambrauw. insiden kekerasan terhadap masyarakat sipil sudah terjadi berulang kali.
"Kami berharap pihak keamanan dan pemerintah menanggapi serius peristiwa keji ini. Ini sudah berulang," ucapnya.
Ia mengatakan setelah dilakukan visum et repertum di RSUD Sele Be Solu, keluarga berencana memakamkan YL di Kota Sorong. Keputusan itu merupakan kesepakatan awal keluarga yang masih menunggu proses lebih lanjut.
"Untuk korban atas nama YL asal Toraja, rencananya dimakamkan di Kota Sorong. Itu kesepakatan awal keluarga," katanya.
Sementara itu Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Kompol Jenny Hengkelare, membenarkan kedua korban merupakan warga Toraja dan NTT.
"Informasi yang kami dapatkan itu (keduanya) dari pendatang. Bukan orang asli Papua. Iya Kalu informasi kedunya (NTT dan Toraja). Kalau yang secara detailnya kami harus dapatkan lagi," kata Jenny.
Diberitakan sebelumnya empat tenaga kesehatan (nakes) diserang OTK di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya. Penyerangan itu mengakibatkan dua nakes meninggal dunia dan dua lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan lari ke pos TNI.
Peristiwa itu terjadi di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Tambrauw pada Senin (16/3) sekitar pukul 11.37 WIT. Keempat korban yang mengendarai motor dan saling berboncengan tiba-tiba diadang oleh para pelaku.
Kronologi 2 Nakes Dibunuh OTK di Tambrauw
4 tenaga kesehatan (Nakes) diserang orang tidak dikenal (OTK) saat melintas di jalan utama Tambrauw, Papua Barat Daya. Dua orang berinisial YL dan YEB tewas dibunuh OTK, sementara 2 lainnya menyelamatkan diri.
Peristiwa penyerangan terjadi pada Senin (16/3/2026) Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Tambrauw. Keempatnya diserang saat tengah mengendarai sepeda motor berboncengan.
"Telah terjadi penghadangan atau dugaan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap empat orang pengendara sepeda motor oleh beberapa OTK. Kita sebut OTK karena hingga kini masih dilakukan penyelidikan," kata Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny Hengkelare, kepada detikcom, Selasa (17/3/2026).
Ia mengatakan akibat dari penyerangan tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Sementara 2 orang lainnya berhasil menyelmatakan diri.
"Dua korban lainnya melarikan diri untuk mencari perlindungan atau pertolongan atau bantuan, yaitu ke Pos Satgas TNI untuk laporkan kejadian tersebut," kata Jenny.
Ia mengatakan pasca peristiwa tersebut Kapolda Papua Barat Daya, telah melaksanakan rapat untuk menindaklanjuti insiden tersebut.
"Jadi saat ini masih dilakukan pendalaman-pendalaman terkait dengan kasus tersebut. Bahwa kita tidak bisa langsung menjudge bahwa itu adalah KKB," tegasnya.
Jenny mengatakan polisi masih melakukan pendakama untuk mencari tahu siapa palekua dibalik kejadian tersebut. Polisi kini telah menangani kasus tersebut dengan melibatkan semua stakeholder di Papua Barat Daya.
"Imbauan juga kepada masyarakat bahwa saat berpergian, baik dari Tambrauw menuju Sorong tidak perlu khawatir karena di sana ada pos TNI dan Polri yang siap mengawal perjalanan siapapun yang akan menuju ke tempat tersebut. Nanti secara bersama-sama mereka yang menggunakan roda dua dikelompokkan begitu mungkin lima kendaraan akan dikawal secara tertib oleh petugas TNI atau petugas Polri," jelas Jenny.
Jenny menegaskan situasi di Kabupaten Tambrauw pasca penyerangan sudah kembali kondusif. Pengamanan di sejumlah titik juga ditingkatkan pasca insiden tersebut. TIMBIDIKNTT



.png)