LewolebaBidikntt, 10 Juni 2026, Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P, didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Lembata (Asisten III), Yohanes Berchamans Daniel Dai, S.IP, menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Pembukaan Lintasan Long Distance Ferry (LDF) dalam rangka percepatan konektivitas ekonomi regional kawasan Alor, Lembata, dan Flores Timur bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Kegiatan tersebut berlangsung di Kuma Resort Waijarang, Kabupaten Lembata.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Lembata, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Flores Timur, Group Head Bisnis Pelayaran Komersial PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Department Head Bisnis dan Pelayanan Regional III, Manager Operasional Regional III, Analis Pengembangan Bisnis Regional III, para pelaku usaha se-Kabupaten Lembata, serta insan pers.
Dalam arahannya Bupati Lembata menegaskan bahwa forum tersebut bukan sekadar rapat koordinasi biasa, melainkan momentum strategis yang menghasilkan komitmen bersama demi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan Alor, Lembata, dan Flores Timur melalui penguatan sektor transportasi laut.
"Pertemuan ini merupakan langkah besar yang harus kita maknai sebagai bentuk keseriusan bersama dalam membuka akses konektivitas yang lebih luas. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan pergerakan barang, jasa, dan manusia sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Bupati.
Bupati juga menekankan bahwa komitmen bersama yang dilakukan dalam forum tersebut bukanlah akhir dari proses, melainkan awal dari perjuangan dan kerja nyata seluruh pihak yang terlibat.
"Komitmen yang telah dibangun harus kita kawal bersama agar tidak berhenti sebagai dokumen semata, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk pelayanan transportasi yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati meminta seluruh delegasi dan peserta yang hadir untuk segera melaporkan hasil pertemuan kepada pimpinan masing-masing serta mulai melakukan berbagai persiapan teknis guna mendukung implementasi program konektivitas ekonomi regional tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Group Head Bisnis Pelayaran Komersial PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Rizki Dwianda, menjelaskan bahwa setiap tahapan dan rencana pembukaan lintasan Long Distance Ferry harus melalui kajian yang komprehensif dengan tetap memperhatikan berbagai masukan dari pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.
Dalam pemaparannya, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan berbagai aspek penting yang menjadi bahan kajian, mulai dari rencana pembukaan lintasan, spesifikasi kapal ferry yang akan digunakan, kapasitas muatan, potensi pasar, hingga skema tarif yang akan diterapkan.
Rizki menegaskan bahwa seluruh hasil diskusi dan masukan yang diperoleh dalam FGD tersebut akan dihimpun dan dirumuskan oleh tim sebagai bahan utama dalam proses pengambilan keputusan pembukaan lintasan baru.
"Hasil pertemuan ini akan menjadi prioritas untuk ditindaklanjuti. Seluruh masukan akan kami kaji secara mendalam sebelum memasuki tahapan berikutnya," jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa akan dilakukan pertemuan lanjutan setelah seluruh data, kajian, dan dokumen pendukung terkumpul secara lengkap. Langkah tersebut diperlukan untuk mempercepat proses operasional lintasan yang direncanakan, termasuk pembukaan jalur strategis Surabaya–Lembata yang diharapkan mampu membuka akses perdagangan yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Lembata.
Menutup kegiatan tersebut, Bupati Lembata menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh peserta yang telah memberikan waktu, pemikiran, dan kontribusi dalam membangun kesepahaman bersama demi terwujudnya konektivitas ekonomi regional yang lebih kuat.
FGD ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan sistem transportasi laut yang terintegrasi, sekaligus membuka peluang baru bagi peningkatan investasi, distribusi logistik, pengembangan sektor usaha, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan Alor, Lembata, dan Flores Timur. KL



.png)