Semangat Hari Pahlawan di dapur MBG:PIC Lembata sentil kebijakan proteksi ayam, Wabup Nasir ajak sinergi lokal


Lewoleba, Peluncuran Dapur Makanan Bergisi (MBG) Longser SPPG 02 Nubatukan yang bertepatan dengan hari Pahlawan,10 November 2025,menjadi memontum refleksi sekaligus ajang diskusi strategis antara pengelola program dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata 


Vian K.Burin, penanggung jawab Yayasan Garuda Bakti Flores di Lembata sekaligus person In Charge(PIC) area ,Vian Burin menjelaskan,persiapan operasional dapur kedua MBG di Lembata ini memakan waktu kurang lebih 6  hingga 7 bulan.Ia merasa bangga lauching ini bertepatan dengan Hari Pahlawan.


Semangat perjuangan dan rela berkorban dari para Pahlawan yang gugur di medan juang menjadi inspirasi bagi semua team MBG untuk terus berjuang menyukseskan program prioritas Pemerintah, ungkap Vian Burin 


Ia menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah  mengentaskan kemiskinan,kebodohan,dan keterbelakangan,sekaligus menggerakan ekonomi Masyarakat Lokal.


Kita bermitra dengan para suplleir,Petani,Nelayan,Peternak untuk mereka mensupor dapur ini .Jelasnya,menyoroti peran MBG sebagai Stimulus Ekonomi akar rumput.Saat ini Dapur MBG Longser melayani 1.205 penerima dari :TK Dominika 49 Anak, SDI 1 Waikomo 347 Siswa ,SDI II  Waikomo 268 Siswa,SMAN 2 Nubatukan 481 Siswa dan Posyandu 60 Orang .Dalam kesempatan tersebut,Vian Burin secara tegas menyinggung kebijakan Pemerintah Kabupaten Lembata terkait proteksi ayam beku dari luar Daerah,sebagai program strategis Nasional yang mengedepankan standar Gizi tinggi dari Badan Gizi Nasional(BGN).Ia kuatir kebijakan pembatasan pasokan ayam beku akan mengganggu kualitas dan higienitas makanan MBG.


Jika kita memblokir ayam dari luar,sementara kita disini belum siap secara kualitas,kuantitas dan higienitasnya, saya tidak mau ambul resiko !.Yang disiapkan dapur MBG ini adalah  untuk anak-anak kenyang ujar Vian Burin tegas.Sebagai Praktisi Hukum Vian berpendapat bahwa surat pembatasan inpor daging ayam beku untuk melindungi Pengusaha lokal hanyalah kebijakan,bukan aturan hukum yang melarang ,kecuali kasus hama atau wabah.


Vian berharap kepada Wakil Bupati H.Muhamad Nasir berkomunikasi dengan Bupati,agar dapat membuka kran khusus atau kebijakan pengecualian bagi Dapur MBG untuk impor ayam berstandar BGN,terutama jika pasokan lokal belum mampu memenuhi kriteria ketat tersebut.


PIC Lembata ini juga mengingatkan bahwa dalam waktu dekat,Dapur MBG lain di Waikilok,Tujuh Maret,dan beberapa kecamatan akan segera beroperasi.Jika masalah pasokan bahan baku yakni ayam,buah,dan sayur tidak segera di atasi,kesulitan logistik akan membayangi.


Vian Burin menawari solusi dengan mengaitkan Dapur MBG dengan program.Menurut Vian program NTT tidak membutuhkan Dana Besar tetapi cukup menggerakan petani,Nelayan dan peternak lokal karena uangnya ada di Dapur MBG.


Sementara Wakil Bupati H.Muhamad Nasir,menyambut baik kritik dan masukan.Namun demikian Nasir mengatakan ,bahwa kehadiran Pemerintah Daerah adalah bentuk dukungan penuh terhadap program Nasional  yang sejalan dengan Misi ke dua Pemda dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia(SDM).


Terkait problematika pasokan dan produksi bahan baku lokal, Nasir mengakui bahwa hal tersebut adalah problematika sosial yang belum tuntas di Lembata. 


Namun Ia menjelaskan bahwa kebijakan Pemerintah Daerah saat ini adalah strategi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Masyarkat secara keseluruhan.


Nasir juga menyentil terkait eto budaya dan pendidikan.Tidak sebatas kualitas pendidikan saja,kualitas budaya juga satu hal yang penting !.Kita berpendidikan berkualitas, budaya juga berkualitas. Untuk itu Wakil Bupati Nasir mengajak, mari kita jaga kearifan lokal,kita bangun daerah ini. (KL)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Featured Video