BUPATI LEMBATA JANGAN SEPERTI BAYI PREMATUR

 



“Kami tidak menolak kehadiran Alfamart di Lembata. Kami membutuhkan proses yang benar.” Demikian pernyataan Kanis Soge dalam orasi pada aksi demonstrasi damai Forum Keadilan Masyarakat Lembata (Fokal) di depan Gedung DPRD Kabupaten Lembata dan Kantor Bupati Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, kepada media BidikNTT, 28 September 2026.


Lebih lanjut, Soge tegas menyampaikan bahwa masyarakat tidak menolak kehadiran Alfamart di Kabupaten Lembata. Namun, keberadaan sebuah usaha, baik kecil, menengah, maupun besar, semuanya harus melalui proses yang benar, jujur, dan harus dipublikasikan kepada masyarakat.


Soge juga tegas menyampaikan bahwa kebenaran itu hanya ada dua, yaitu kebenaran personal (Benere Dhewe), yang berarti “benarnya sendiri”, dan kebenaran komunal (Benere Wong Akeh), atau “benar yang sejati”.


Demikian pula, Soge menegaskan bahwa pemimpin Lembata saat ini, yakni Bupati Petrus Kanisius Tuaq, S.P., dan Wakil Bupati Muhammad Nazir Laode, S.E., harus jujur dan transparan dalam mengambil keputusan yang benar serta mengubah nomenklatur yang dinilai tidak benar.


“Jangan paksa diri,” tegas Soge dalam orasinya.


Soge juga mengibaratkan keputusan yang diambil oleh Bupati Petrus Kanisius Tuaq dan Wakil Bupati Muhammad Nazir Laode seperti bayi prematur, yang artinya belum genap waktunya untuk dilahirkan, tetapi dipaksa untuk dilahirkan.


Sementara itu, salah satu koordinator lapangan, Siprianus Pito Lerek, alias Pedro Lerek, dalam orasinya menyampaikan bahwa masyarakat Lembata tidak bodoh seperti yang dipikirkan oleh para pejabat di Kabupaten Lembata.


Pedro melanjutkan bahwa Fokal tidak sedang menolak kehadiran Alfamart di Lembata. Namun, Fokal meminta kepada DPRD Kabupaten Lembata untuk segera melakukan Pansus terkait dugaan dan disinyalir bahwa Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, menerima “V” dari pihak Alfamart.


Pedro Lerek juga menyampaikan bahwa pengadaan bahan bangunan, seperti bata merah, untuk pembangunan Alfamart tersebut berasal dari bata merah milik OKNUM pengambil keputusan. KL

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Featured Video