LEWOLEBABidikntt, Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Lembata resmi dimulai. Groundbreaking proyek program prioritas nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu ditandai penekanan tombol sirene dan peletakan batu pertama oleh Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq bersama Wakil Bupati H. Muhamad Nasir dan Wakil Ketua II DPRD Lembata Gewura Fransiskus di kawasan TPI Kampung Nyamuk, Kelurahan Lewoleba Tengah, Kamis, 24 September 2026.
Program tersebut menjadi bagian dari agenda KKP untuk membangun kawasan pesisir yang lebih produktif melalui penguatan sarana perikanan, kelembagaan koperasi, integrasi hulu-hilir, serta perluasan akses pasar bagi nelayan. Dalam kebijakan KKP 2026, KNMP ditempatkan sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo untuk mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir.
Kepala Dinas Perikanan Lembata Hadi Umar mengatakan, keberhasilan Lembata mendapatkan enam titik KNMP merupakan hasil komunikasi intensif pemerintah daerah dengan KKP. Upaya itu juga mendapat dukungan sejumlah anggota DPR RI asal NTT, di antaranya Ahmad Yohan, Julie Sutrisno Laiskodat dan H. Sulaeman L. Hamzah.
Enam lokasi tersebut berada di Kampung Nyamuk, Kelurahan Lewoleba Tengah, Kecamatan Nubatukan; Desa Babokerong, Kecamatan Nagawutung; Desa Pante Harapan, Kecamatan Wulandoni; Desa Tapolango, Kecamatan Lebatukan; serta Desa Wailolong dan Desa Balauring di Kecamatan Omesuri.
Menurut Hadi, KNMP tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Kawasan ini dirancang untuk mengintegrasikan nelayan, koperasi dan pasar, sekaligus memperkuat rantai dingin melalui fasilitas penyimpanan hasil tangkapan. Sarana pendukung seperti unit pengolahan ikan, perbengkelan dan kebutuhan energi juga menjadi bagian dari ekosistem yang dibangun.
Wakil Ketua II DPRD Lembata Gewura Fransiskus mengatakan, kehadiran KNMP menunjukkan kemampuan pemerintah daerah menghubungkan kebutuhan daerah dengan program strategis pemerintah pusat.
“Ini adalah sebuah kemajuan, keberhasilan di dalam membaca program strategis nasional, program strategis regional, kemudian dikaitkan dengan program-program prioritas Kabupaten Lembata,” kata Gewura.
Ia mengatakan, pembangunan kawasan pesisir tersebut pada akhirnya harus bermuara pada penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan masyarakat. Menurut dia, KNMP juga membuka peluang untuk menata kawasan pesisir menjadi pusat kegiatan ekonomi yang menghubungkan produksi, koperasi, pasar dan konsumen.
Bupati Kanis Tuaq mengatakan proses menghadirkan program tersebut di Lembata berlangsung panjang dan tidak mudah. Pemerintah daerah sejak 2024 melakukan berbagai upaya hingga akhirnya KKP menetapkan enam lokasi pembangunan pada 2026.
“Perjalanan begitu panjang, tidak gampang, tidak mudah untuk mencapai puncak hari ini,” ujar Kanisius.
Ia meminta seluruh unsur pemerintah, DPRD, aparat keamanan, pemerintah desa dan masyarakat ikut mengawal pelaksanaan proyek tersebut. Waktu pengerjaan yang relatif singkat hingga Desember 2026, kata dia, membutuhkan dukungan semua pihak agar pembangunan berjalan tanpa hambatan.
“Ini program strategis, programnya Pak Prabowo. Jadi tugas mulai dari pihak keamanan, pemerintah desa, kecamatan, kita kawal sama-sama,” katanya.
Bupati Kanis juga meminta kontraktor pelaksana, PT Tri Sama Sakti Contractor, mempercepat pekerjaan tanpa mengabaikan kualitas. Penyuluh perikanan diminta ikut mengawal agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi nelayan.
“Lebih cepat lebih bagus. Penyuluh perikanan, kawal baik-baik,” ujar dia.
Bagi pemerintah daerah, KNMP di Kampung Nyamuk sekaligus menjadi bagian dari penataan kawasan pesisir Lewoleba. Kanisius meminta pembangunan kawasan tersebut memperhatikan kualitas lingkungan dan wajah kota.
“Ini wajah kota, jadi kampung nelayan ini harus lebih baik,” katanya.
KKP sendiri menempatkan pembangunan KNMP sebagai instrumen untuk memperbaiki produktivitas ekonomi masyarakat pesisir, bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Sejumlah fasilitas yang dikembangkan dalam program ini antara lain gudang beku, pabrik es, bengkel kapal, sentra kuliner dan kios perbekalan nelayan.
Ground breaking di Lewoleba dihadiri sejumlah anggota DPRD Lembata, Forkopimda, staf ahli dan asisten daerah, pimpinan instansi vertikal, pimpinan OPD, Camat Nubatukan, Lurah Lewoleba Tengah, pimpinan BUMN/BUMD, kontraktor dan konsultan pengawas, perwakilan penerima bantuan, serta nelayan, pembudidaya dan pelaku usaha perikanan. KL


.png)