MAUMEREBidikntt, Penyelidikan kasus pembunuhan remaja putri berinisial STN alias Noni di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka terus berkembang. Namun di tengah proses penyelidikan tersebut, terjadi peristiwa tragis yang menimpa keluarga seorang remaja yang sempat disebut sebagai terduga saksi dalam kasus tersebut.
Ayah dari remaja tersebut, yang diidentifikasi sebagai Bapak Y, melakukan percobaan bunuh diri dengan cara menikam dirinya sendiri sebanyak lima kali, yakni tiga kali di bagian dada dan dua kali di bagian paha pada Rabu (4/3/2026). Ia kemudian dilarikan oleh keluarganya ke Rumah Sakit St. Gabriel Kewapante untuk mendapatkan perawatan medis.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi nekat tersebut diduga dipicu oleh tekanan mental yang berat setelah keluarga mereka merasa mendapat intimidasi dari pihak luar. Disebutkan pula bahwa rumah mereka sempat didatangi orang tak dikenal yang membawa senjata tajam berupa parang.
Remaja yang merupakan anak dari Bapak Y sebelumnya disebut-sebut menjadi sosok penting karena diduga mengetahui kondisi korban setelah menghadiri sebuah acara adat di Watudenak, Desa Kajowair. Setelah acara tersebut, ia disebut ikut menuju rumah salah satu terduga pelaku di wilayah Woloklereng, Desa Rubit.
Di lokasi itulah remaja tersebut diduga melihat atau mengetahui kondisi korban STN yang saat itu disebut sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Sebelumnya, Bapak Y bersama anaknya sempat mendatangi Polres Sikka untuk menyampaikan informasi yang diketahui anaknya sekaligus meminta perlindungan karena merasa terancam.
Namun menurut keterangan pihak kepolisian, remaja tersebut tidak mengakui mengetahui peristiwa pembunuhan tersebut.
Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu Reinhard Dionisius Siga, menjelaskan bahwa benar Bapak Y bersama anaknya pernah datang ke Polres Sikka. Bahkan sang ayah meminta agar anaknya menyampaikan apa yang diketahuinya kepada penyidik.
“Namun dalam keterangannya, anak tersebut menyampaikan bahwa dirinya tidak mengetahui kejadian pembunuhan tersebut dan baru mengetahui informasi itu setelah ramai di media sosial,” jelasnya, Senin (9/3/2026).
Setelah kejadian percobaan bunuh diri Bapak Y, pihak kepolisian kembali memanggil remaja tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Dalam pemeriksaan yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), remaja itu tetap menyatakan bahwa dirinya tidak mengetahui apa pun terkait peristiwa pembunuhan tersebut.
Lebih lanjut, Iptu Reinhard Dionisius Siga menegaskan bahwa proses penyelidikan kasus pembunuhan STN akan terus berjalan secara profesional, transparan, dan independen.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat penyidik akan menghadirkan saksi ahli dari dokter forensik guna menjelaskan secara ilmiah hasil autopsi terhadap korban. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan terkait penyebab pasti kematian korban.
kondisi psikologis keluarganya dilaporkan masih berada dalam tekanan setelah peristiwa yang terjadi.
Kasus kematian STN sendiri hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten Sikka, dan publik menantikan hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian.
[9/3, 20.18] Fandi Yohanes (Korlap Bidik Maumere): Drama di Balik Kasus Pembunuhan STN: Ayah Saksi Tikam Diri, Polisi Periksa Ulang Anak yang Diduga Mengetahui Kejadian. YF


.png)